Selasa, 07 Mei 2013

Kopeng View

Nuansa Kopeng nan dingin dan sejuk.



Bermaksut untuk melakukan perjalanan ke Yogyakarta kota tercinta dari Ibu kota Indonesia. Ditemani oleh tunggangan setia sang belalang tempur KLX150s yang akhirnya tersesat di pertengahan kota Salatiga karena kantuk yang menggelayuti kelopak mata.
Yang membuat peta harus mengarahkan kemudi ke arah Kopeng.
Saya lebih memilih Kopeng karena mempunyai nuansa alam yang lebih menarik di banding dengan Solo. Beda jarak tempuh antara Kopeng-Magelang dan Solo sebenernya gak seberapa dari Salatiga. Akhirnya pagi itu sekitar jam 03.00 saya menyusuri jalan sepanjang Salatiga - Magelang via Kopeng. Udara yang sangat dingin menusuk tulang sampai ke sumsumnya membuat perjalanan menjadi semakin lambat.
Kilo demi kilo dan meter demi meter telah dilahap si belalang tempur dan suasana berangsur-angsur mulai terang. Pandangan mata mulai sedikit nyaman walau hanya pake lampu kota saja. Hingga sampai di mana saya harus dengan semangat meninjak rem agar si belalang tempur ini berhenti.
Dan dalam beberapa detik saya raih tas punggung saya yg menggelantung di punggung sudah hampir selama 9 jam lamanya. Dan mulai mengeluarkan gumpalan hitam yg ternyata sering di sapa Kamera oleh banyak orang. Saya mulai ceprat-cepret karena pemandangan yang sangat bagus menurut saya dan saya tidak bermaksut untuk melewatkannya.
Di Jakarta jarang bangun pagi, begitu melewati pagi dan bercumbu dengan segar udara yang sejuk membuat hati ingin tinggal.